7 Buku Fisika & Matematika
Panduan belajar untuk pelajar SMA Nepal yang ditulisnya sebelum riset internasional — lebih dari 25.000 eksemplar terjual dan menjadi teman belajar ribuan siswa.
सागर ढकाल · प्रतिनिधि सभा सदस्य, गुल्मी-१
Dari terasering Gulmi ke ruang sidang Parlemen Federal — membawa satu prinsip yang sama seperti saat membangun bendungan dan jaringan air bersih: pekerjaan diukur dari hasil, bukan dari sorak-sorai.
Sebelum dikenal sebagai politikus, Sagar Dhakal adalah anak muda perantau yang merangkul berprestasi lewat jalur teknik — lalu menghabiskan tahun-tahun produktifnya menyalurkan air ke daerah yang paling membutuhkan, dari Nepal hingga Afrika.
Sagar Dhakal lahir pada 12 Juli 1991 di Nepal. Ia menempuh pendidikan teknik mesin (bidang hidro) di Pulchowk Campus, Institute of Engineering, Tribhuvan University — masuk dengan beasiswa penuh setelah meraih peringkat 5 dari sekitar 12.000 peserta ujian masuk teknik nasional, dan tercatat sebagai penerima Golden Jubilee Scholarship dari Kedutaan Besar India bagi 25 mahasiswa teknik terbaik di Nepal.
Karier profesionalnya dimulai di jantung sektor energi Nepal: sebagai Project Engineer pada Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Penyimpanan (SPH) Nalsing Gad 410 MW, berkolaborasi dengan tim internasional dari MWH (Amerika Serikat) dan SMEC (Australia) atas mandat Kementerian Energi. Gelar MSc Water Science, Policy and Management dari Regent's Park College, University of Oxford (2018, Weidenfeld-Hoffmann Scholar) melengkapi rekam jejak tekniknya dengan kekuatan kebijakan — kombinasi yang kelak menjadi ciri khas cara pandangnya terhadap pembangunan.
Dari lembaga riset hingga medan kemanusiaan, ia menggarap persoalan air lintas benua: riset energi air head-rendah yang terbit di jurnal bereputasi dengan hibah riset lebih dari US$100.000, pengerahan sebagai Water and Sanitation Infrastructure Officer di IOM – UN Migration (termasuk operasi WASH di Sudan Selatan yang melayani lebih dari 200.000 jiwa), tugas Water and Habitat Engineer di ICRC, dan keterlibatan bersama Médecins Sans Frontières (MSF). Di sela itu, ia menulis 7 buku panduan Fisika dan Matematika untuk pelajar Nepal — lebih dari 25.000 eksemplar terjual.
"Yang saya butuhkan bukan marjin, bukan pujian — tetapi pekerjaan yang harus diselesaikan."
— Sagar Dhakal, usai pemilu (parafrase pernyataan publik, Maret 2026)
Klik setiap tahun untuk membuka ceritanya. Dari kampus teknik di Lalitpur, ke aula Oxford, ke medan kemanusiaan dua benua — dan akhirnya ke kursi parlemen Gulmi-1.
Bergabung dengan Proyek SPH Nalsing Gad 410 MW di bawah Kementerian Energi Nepal, berdampingi dengan tim internasional MWH (AS) dan SMEC (Australia). Fondasi karier ini membentuk keyakinannya: pembangunan harus dihitung dari kelayakan teknis dan manfaat nyata, bukan retorika.
Terpilih sebagai anggota USYC 2015 (US Embassy Youth Council, Kathmandu) dan memimpin US Embassy Civic Engagement Project. Di periode yang sama, kesabarannya menulis menghasilkan 7 buku panduan Fisika dan Matematika untuk pelajar Nepal — 25.000+ eksemplar terjual dan masih dipakai ruang kelas sampai sekarang.
Kuliah MSc Water Science, Policy and Management di Regent's Park College, University of Oxford, sebagai Weidenfeld-Hoffmann Scholar. Risetnya tentang sumber daya energi air head-rendah terbit di jurnal bereputasi dan konferensi internasional; ia juga memimpin penggalangan hibah riset totaling lebih dari US$100.000.
Menjabat Water and Sanitation Infrastructure Officer di IOM – UN Migration, memikul tanggung jawab operasi air dan sanitasi di Sudan Selatan yang melayani lebih dari 200.000 jiwa. Pengalaman lapangan diperkaya oleh pengabdian sebagai Water and Habitat Engineer di ICRC (penugasan global) serta keterlibatan bersama MSF — tahun-tahun yang menajamkan prinsipnya soal layanan publik: cepat, setara, tanpa pandang bulu.
Maju sebagai kandidat independen dari Dadeldhura-1 pada Pemilu Federal 2022. Meski kalah dari kandidat berat petahana, langkah ini menandai keyakinannya bahwa generasi profesional harus hadir langsung dalam politik — bukan hanya mengomentarinya dari pinggir.
Pasca gelombang protes Gen Z 2025 yang mengguncang politik Nepal, ia bergabung dengan Rastriya Swatantra Party (RSP) — partai reformis yang agendanya ia nilai paling selaras dengan tuntutan anti-korupsi dan tata kelola bersih. Kini ia duduk sebagai anggota komite pusat RSP.
Pada 19 Januari 2026, lewat unggahan media sosial, ia mengumumkan pencalonan dari Gulmi-1 — meninggalkan Dadeldhura. Agenda yang ia bawa: pemerintahan yang stabil, reformasi sistem administrasi, dan pembangunan berkelanjutan untuk daerah perbukitan seperti Gulmi.
Menang dengan 29.642 suara, mengungguli Pradeep Gyawali (CPN UML, 15.181 suara) dan Chandra Bhandari (Nepali Congress). Dilantik 26 Maret 2026 sebagai anggota Parlemen Federal periode ke-3. Bahkan saat penghitungan suara masih berjalan, ia sudah turun ke lapangan memeriksa proyek irigasi yang terbengkalai — sinyal awal gaya kerjanya di lima tahun ke depan.
Agenda ini disarikan dari pernyataan publiknya: tata kelola yang baik, akuntabilitas, layanan publik berorientasi warga, pemerintahan stabil, reformasi administrasi, serta pembangunan infrastruktur. Klik kartu untuk memilih — lalu kirim pilihan Anda sebagai aspirasi.
Pilih sampai tiga prioritas — pilihan Anda langsung tersusun di sini dan bisa dikirim sebagai aspirasi.
Ia meminta warga tidak mengarak kemenangan — melainkan mengawasi hasil kerja. Lima tahun ke depan diklaim sebagai "pawai hasil", dan lima hari pertama sudah menjadi bukti niatnya.
SUARA SAH · SUMBER: THE KATHMANDU POST / WIKIPEDIA
Chandra Bhandari (Nepali Congress) ikut bertanding pada kursi yang sama. Data persentase dihitung dari dua angka suara yang terverifikasi; daftar lengkap tersedia di Komisi Pemilihan (ECN).
Dilantik 26 Maret 2026. Penghitung di atas berjalan otomatis setiap hari — bukan sekadar hitungan mundur ceremonial, tetapi pengingat bahwa setiap hari adalah anggaran waktu yang harus dibuktikan lewat kerja.
"Saat penghitungan suara masih berjalan, saya sudah memeriksa proyek irigasi yang terbengkalai. Lima tahun ini akan diukur dari hasil, bukan dari pidato."
Komitmen publiknya: melayani semua warga dengan setara — siapa pun yang mereka pilih pada pemilu, pemenang maupun yang kalah, semuanya warga Nepal yang sama.
Ia secara terbuka meminta warga menyerahkan daftar pekerjaan — bukan karangan bunga, abir, atau pujian. Aspirasi yang masuk menjadi daftar tugas, bukan dokumentasi seremoni.
Inisiatif baru digarap dari level kebijakan di parlemen, sambil terus menyelesaikan persoalan teknis di lapangan seperti irigasi terlantar — kombinasi keahlian yang membedakannya.
Sebelum masuk politik, ia sudah berkontribusi lewat tiga kanal: buku pelajar, riset ilmiah, dan beasiswa prestasi.
Panduan belajar untuk pelajar SMA Nepal yang ditulisnya sebelum riset internasional — lebih dari 25.000 eksemplar terjual dan menjadi teman belajar ribuan siswa.
Publikasi di jurnal bereputasi dan konferensi internasional tentang potensi daya pada aliran air bercurah rendah — dengan hibah riset yang ia pimpin senilai lebih dari US$100.000.
Weidenfeld-Hoffmann Scholar di Oxford dan penerima Golden Jubilee Scholarship Kedutaan Besar India — setelah masuk daftar peringkat 5 nasional ujian masuk teknik.
Sebagian liputan nasional dan internasional tentang perjalanannya. Semua tautan mengarah ke sumber aslinya.
Liputan kemenangan pemilu 2026 dengan 29.642 suara di konstituensi Gulmi-1.
"Bukan pawai kemenangan, tetapi pawai hasil" — pernyataan usai memenangkan Gulmi-1.
Deklarasi pencalonan 19 Januari 2026 dan agenda pemerintahan stabil serta reformasi administrasi.
Profil panjang: dari aktivisme sosial ke parlemen, dengan fokus pada tata kelola dan layanan warga.
Sampaikan laporan, usulan, atau kebutuhan nyata konstituen Gulmi-1. Sesuai permintaannya sendiri: minta kerja, bukan marjin.
सागर ढकाल · MP GULMI-1 · LUMBINI, NEPAL
Ikuti pekerjaannya langsung dari sumbernya — laporan lapangan, catatan parlemen, dan respons atas aspirasi warga.
Ikuti di Facebook